Selasa, 19 Januari 2010



KOMPAS.com - Bekerja semestinya tak hanya dimaknai sebagai cara untuk menghasilkan uang atau mengaktualisasikan diri. Ada saatnya setiap orang mengalami pasang-surut. Beberapa lainnya dapat menjadi sangat produktif, namun sisanya seolah merasa tak mampu berprestasi. Namun pada titik tertentu, seseorang memang sudah tak lagi cocok dengan pekerjaan yang dijalani.

Dengan mengambil keputusan tepat, Anda dapat memperbaiki masa depan karir, daripada bertahan di pekerjaan sekarang, tetapi tak lagi merasa senang melakukannya. Anda mungkin saja telah berusaha mengatasinya, tapi tak ada perubahan. Dan pekerjaan tetap saja menyiksa.
Lantas bagaimana Anda mengetahui saat kapan harus mengambil keputusan penting, seperti memperbaharui portofolio dan secara resmi mencari pekerjaan baru? Nah, berikut 5 tanda saatnya Anda perlu mencari pekerjaan baru.

1. Malas bangun pagi
Apakah Anda kerap didera rasa malas dan ingin kembali tidur di pagi hari? Jika ya, semangat juang Anda pun ikut terkubur dalam selimut tebal, serta menjauh dari target perusahaan, masa tenggat, juga rekan yang makin rajin bekerja.
Ini menunjukkan salah satu tanda ketidakpuasan Anda terhadap pekerjaan saat ini. Tubuh Anda berusaha memberi tahu, Anda sudah kehabisan energi untuk memulai pekerjaan rutin. Tunggu saja saatnya perusahaan mengeluarkan surat peringatan berkenaan dengan masalah produktivitas Anda yang menurun.

2. Performa dan relasi kerja menurun
Ketika tim kerja atau lingkungan kerja sedang menjadi produktif, bercakap-cakap di sela pekerjaan akan dirasa sebagai masa istirahat atau waktu yang menyenangkan untuk dinikmati.
Jika akhir-akhir ini Anda mulai menghindari tugas, menjauhi beberapa orang tertentu, atau mencari alasan untuk menghindari acara kantor, telaah kembali diri Anda! Hal ini mengisyaratkan Anda mulai kehilangan rasa cinta pada pekerjaan saat ini.

3. Menjadi orang lain di tempat kerja
Jika Anda merasa tak bisa menjadi diri sendiri dalam lingkungan kerja, seringkali berakting ketika berbicara dengan rekan ataupun atasan, jangan anggap enteng sikap ini! Namun, Anda juga jangan menyalahkan diri sendiri karenanya.
Setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda. Perusahaan mungkin tak memperlakukan Anda sebagai pribadi, melainkan layaknya rekan kerja yang lain. Sehingga Anda tak dapat menolak kuatnya budaya perusahaan dan mulai berlaku seperti rekan kerja yang lain.

4. Posisi tak sesuai bakat
Kendati seorang manajer, tetapi Anda sebenarnya sangat ingin menjadi juru masak yang handal. Atau, jenis pekerjaan sebagai koordinator tak membuat Anda merasa kreatif dalam pekerjaan. Tak pernah ada kata terlambat untuk mengubah pandangan ke arah yang lebih baru. Demi karir dan kebahagiaan Anda di masa depan, mulailah putuskan segera!

5. Setiap saat jadi menyebalkan
Seringkali mencoba berdamai dengan perasaan frustrasi, dan menganggapnya sebagai salah satu aspek dalam bekerja. Jika kebanyakan waktu Anda gunakan untuk mengembangkan pikiran negatif dan berkeluh kesah, mungkin sudah saatnya mengakhiri semuanya. Cari karir baru di lingkungan yang membuat Anda merasa diberi penghargaan dan tepat dengan bakat yang dimiliki. Anda bisa, kok, melakukannya!

1 Comment:

  1. Mohammad Faris Himawan said...
    hemh..
    yang lagi sumpek sama kerjaan,,,

    heehhehee

Post a Comment



Share This

Share |