Jumat, 09 April 2010


Cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah segera bangun, dan bekerja keras.

Mudah-mudahan Anda
termasuk pribadi yang SIBUK.

Karena,

Dia yang lemah dan paling kecil - tetapi sibuk, akan lebih berhasil daripada dia yang kuat dan cerdas tetapi lamban dan malas.

Memilki impian yang besar atau tidak,
tugas kita adalah
memulai, melanjutkan, bertahan, dan meneruskan.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kita adalah untuk mencoba.


Sahabat saya yang telah memiliki semua kualitas yang dibutuhkannya untuk menjadi pribadi yang sepenuhnya sejahtera dan berbahagia,

Katakanlah ini seperti Anda menasehatkannya kepada seorang adik yang masih muda:
Adikku yang sedang bekerja keras menjadikan dirinya terpelajar dan ahli dalam ilmu dan pekerjaannya,

Aku mengundang hati baikmu untuk menyadari yang ini, bahwa

Sedikit sekali pemandangan yang lebih indah daripada orang-orang yang dengan gagah bekerja keras untuk menjadikan kehidupan orang lain lebih baik.
Dan ternyata, lebih sedikit lagi orang yang mampu melihat keindahan dalam kerja-keras yang mendatangkan perubahan baik, yang akan menjadikan dunia tempat bermain yang aman dan sehat bagi anak-anak kita, tempat bergaul dan bersahabat yang ramah bagi keluarga dan kerabat kita, dan menjadikan tanah air ini sebagai negeri yang indah dan yang membanggakan.

Perhatikanlah mereka yang bekerja keras bagi kebaikan kehidupan orang lain.

Merekalah pahlawan yang sebenarnya dalam kehidupan.

Mereka tidak risau apakah akan ada orang yang mengenali mereka sebagai pahlawan, atau akan ada orang yang menuliskan nama mereka dalam buku pelajaran sejarah anak cucu mereka di abad mendatang.

Mereka bahkan tidak menyadari bahwa keringat yang membasahi pakaian kerja mereka, adalah peluh yang sama indahnya di mata Tuhan dengan darah para syuhada, yang menggunakan dada mereka sebagai perisai untuk melindungi kedaulatan negeri dan kehormatan bangsanya.

Sedikit hal yang bisa menggantikan kerja keras yang tulus, dan istirahat dalam kesyukuran, dan penerimaan imbalan dengan penuh keharuan.

Maka marilah kita bekerja dengan tulus,
agar suci keringat yang membasahi kulit kita.

Marilah kita beristirahat dalam kesyukuran,
karena kita masih diijinkan bekerja, saat banyak saudara kita sedang merindukan pekerjaan yang belum tersedia bagi mereka.

Dan marilah kita menerima imbalan dari kerja keras kita dengan keharuan,
karena kita masih diijinkan untuk membiayai kehidupan diri dan keluarga yang kita cintai.

Apakah mungkin ada ke-sampai-hati-an di langit sana,
yang akan menahan kebaikan dari seseorang yang bekerja dengan tulus, beristirahat dengan bersyukur, dan menerima imbalan dengan haru?

Apakah Tuhan sampai hati membiarkan jiwa yang gagah dan indah hatinya seperti itu,
untuk berlama-lama dalam kelemahan dan kekurangan?

Apakah Tuhan akan membiarkan doa dan harapan jiwa yang memuliakan kehidupan seperti itu,
hilang dan menguap tanpa tercatat dan terjawab?

Apakah Tuhan yang dekatnya lebih dekat dari apa pun yang terdekat dari urat leher ini,
akan membiarkan tangisan hati yang setia kepada kebaikan keluarganya seperti ini,
… apakah Tuhan akan melambatkan jawaban?

Adikku yang kebahagiaannya sangat diperhatikan Tuhan,

Cintailah pekerjaanmu, karena pekerjaan adalah sarana pemuliaan kehidupanmu.

Jika tidak karena yang kau kerjakan, karena apakah engkau akan disejahterakan dan dibahagiakan?

Maka,

Cukupkanlah pengumuman bahwa engkau mencintai keluargamu.

Bekerjalah dengan tulus.

Jika engkau mencintai keluargamu, engkau akan bekerja dengan tulus.

Dan jika ada adikmu yang ke-keras-an kepalanya adalah untuk menolak kebaikan baginya, katakanlah ini kepadanya:

Engkau yang keras kepalanya adalah untuk kesulitannya sendiri, dengarlah ini dengan hatimu;

Apakah kau kira kesejahteraan dan kebahagiaan keluargamu dapat kau bangun dengan memperlakukan pekerjaanmu seperti tempat berlibur?

Apakah kau kira pekerjaanmu akan menjadi doamu,
jika engkau mengurangi hak mereka yang membayarmu,
mengurangi takaran dalam perniagaanmu,
berbohong untuk menutupi kebohonganmu,
menyalahkan orang lain untuk menyembunyikan kesalahanmu,
dan menggunakan nama Tuhan untuk memalsukan dosamu?

Apakah engkau menjadikan kehidupanmu sebagai doa yang tidak pantas didengar oleh Tuhan?


Maha suci Tuhan yang melindungi kita dari sifat-sifat buruk,

Adikku yang kebahagiaannya menjadi landasan dari semua doaku dan alasan bagi semua kerja keras ku,

Indahkanlah dirimu dalam pekerjaanmu.

Karena itulah yang akan menjadi pengharus bagi Tuhan untuk memindahkanmu ke pekerjaan yang indah, dari tempat yang tidak memuliakanmu.

Indahkanlah caramu dalam pekerjaanmu.

Karena itulah yang akan menjadikan pelebih takaran bagi imbalan yang kau terima.

Indahkanlah kesyukuran dan keharuan mu dalam menerima imbalan dari kerja kerasmu.

Karena itulah yang menjadi sebab bagi pemuliaanmu dalam tugas-tugas yang lebih besar.

Indahkanlah hatimu.

Karena itulah yang menjadikan Tuhan ikhlas menugaskanmu sebagai pengindah kehidupan sebanyak mungkin saudaramu.


Adikku,

Janganlah lagi engkau tertarik kepada apa pun yang tidak mengindahkan dirimu,
yang tidak mengindahkan pikiran dan perasaanmu,
dan pastikanlah engkau menjauhkan dirimu dari perilaku yang tidak mengindahkan namamu.

Indahkanlah nama mu, karena itu adalah cara untuk menjadikan nama mu berpendar dengan sinar dari nama Tuhan mu.
Dan itu hanya bisa kau bangun melalui pekerjaan yang memuliakan diri dan keluargamu.

Adikku yang berhak bagi tempat yang indah di surga,

Pekerjaan itu indah.

Janganlah engkau pernah lupakan itu.

………..

Marilah kita memilihkan diri kita sebagai pemimpin bagi kehidupan berbangsa yang baik, yang jujur, dan yang amanah. Semoga Tuhan menjadikan kita pribadi-pribadi teladan yang membangun kerinduan pada banyak jiwa untuk menjadi pribadi yang ikhlas hidup dalam kebaikan. Dan dengannya, mudah-mudahan Tuhan menyejahterakan kita dengan kesehatan, keharmonisan, nama baik, dan harta yang memampukan kita untuk menjadi pemimpin yang memuliakan sesama.


I Believe...
That just because two people argue,
It doesn't mean they don't love each other.
And just because they don't argue,
It doesn't mean they do love each other.
I Believe...
That we don't have to change friends if
We understand that friends change.
I Believe.....
That no matter how good a friend is,
They're going to hurt you every once in a while
And you MUST forgive them for that.
I Believe...
That true friendship continues to grow,
Even over the longest distance.
I Believe.....
That you can do something in an instant
That will give you heartache for life.
I Believe...
That you should always leave loved ones with
Loving words. It may be the last time you see them.
I Believe.....
That you can keep going long after you think you can't.
I Believe...
That heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done,
Regardless of the consequences.
I Believe.....
That my best friend and I,
Can do anything, or nothing and have the best time.
I Believe.....
That sometimes the people you expect to kick you when you're down,
Will be the ones to help you get back up.
I Believe...
That sometimes when I'm angry,
I have the right to be angry,
But that doesn't give me the right to be cruel.
I Believe....
That maturity has more to do with
What types of experiences you've had
And what you've learned from them
And less to do with
How many birthdays you've celebrated..
I Believe.....
That it isn't always enough,
To be forgiven by others.
Sometimes, you have to learn to forgive yourself.
I Believe...
That no matter how bad your heart is broken
The world doesn't stop for your grief.
I Believe.....
That our background and circumstances
May have influenced who we are,
But, we are responsible for who we become.
I Believe....
That you shouldn't be so eager to find
Out a secret. It could change your life Forever.
I Believe.....
Two people can look at the exact same
Thing and see something totally different.
I Believe....
That your life can be changed in a matter of
Hours by people who don't even know you.
I Believe...
That even when you think you have no more to give,
When
A friend cries out to you -
You will find the strength to help.
I Believe....
That credentials on the wall
Do not make you a decent human being.
I Believe...
That the people you care about most in life
Are taken from you too soon.
I Believe...
That you should send this to
All of the people that you love and believe in,
I just did.
'The happiest of people don't necessarily
Have the best of everything;
They just make the most of everything.
Thank you God for all the wonderful people who have helped
Me throughout my journey of life..

Kamis, 08 April 2010


Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.

Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja.

Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.
************************************************************************************





Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda di situ. Lepaskan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.
 
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
************************************************************************



Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apa pun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari ketekunan hati anda .
************************************************************************


Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(diadaptasi dari: Rose for Mama - C.W. McCall)



Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu, cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu... "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........

Buat yg sedang bersedih, yang jelas sekali lagi "KESABARAN PASTI SELALU BERBUAH MANIS"
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

(QS:Al Baqarah:153)

[99] Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

Surat Al Anfaal ayat 66:

66. sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

;;

Share This

Share |