Kamis, 15 April 2010



spesial : buat yg belum nikah ^_^


Kebimbangan itulah perasaan yang sering muncul di hati para lajang tatkala harus memutuskan dengan siapa ia akan menikah. Perasaan ini wajar muncul, karena keputusan menikah adalah keputusan besar yang akan mempengaruhi jalan hidup seseorang, karenanya mereka akan berhati-hati dalam menentukan calon pendamping hidupnya.

Kebimbangan semacam ini juga dirasakan Annisa, wanita berusia 24 tahun yang kebetulan berparas cantik. Sebagai muslimah ia sudah merasa jengah dengan para lelaki yang mencoba mendekatinya. Baginya hanya ada satu solusi, menikah. Tapi ia jadi bingung pria mana yang harus ia terima pinangannya. Di mata Annisa setiap pria yang mencoba mendekatinya memiliki kekurangan. Kini Annisa jadi bertanya dalam hati sebenarnya syarat apa saja sih yang mesti ia tetapkan untuk calon pendampingnya kelak?.

Tak ada gading yang tak retak, begitu yang dikatakan pepatah untuk mengungkapkan sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, namun sesungguhnya ada kualitas kepribadian dasar yang harus kita dan calon pasangan kita miliki agar dapat membina mahligai rumah tangga yang bahagia. Kualitas pribadi tersebut antara lain:

Kualitas Keberagamaan
Agama merupakan keyakinan yang mempengaruhi hati, fikiran perasaan dan tingkah laku seseorang sehingga orang yang mempunyai pemahaman serta pengalaman agamanya yang baik akan sangat terbantu dalam mengatasi berbagai masalah. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebahagiaan dan kelanggengan sebuah perkawinan.

Memiliki Komitmen Untuk Mengembangkan Diri
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya msing-masing. Namun setiap orang juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Penting bagi kita untuk memiliki komitmen pengembangan pribadi ini, yaitu bagaimana seseorang memahami kekurangan yang ada, belajar dari kesalahan dan mau mendengarkan nasihat orang lain. Semua hal tersebut bermuara pada bagaimana ia membangun dan mengembangan dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.

Keterbukaan Emosional
Artinya adalah orang yang memiliki perasaan, mengetahui apa yang sedang dirasakan, mau berbagi perasaan dengan pasangannya dan mengetahui cara mengungkapkan perasaan. Keterbukaan Emosional menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan pasangan kita, sedangkan komunikasi yang baik adalah modal penting dalam membangun rumah tangga harmonis.

Memiliki Integritas
Setiap orang mendambakan calon pasangan yang mempunyai integritas diri. Kita menginginkan orang yang, jujur, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, dalam hal ini terutama dengan pasangannya, kita juga ingin calon pasangan kita adalah orang yang tidak main-main dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depannya. Itulah makna integritas diri.

Kematangan dan Tanggung Jawab
Memiliki kematangaan berarti ia bisa mengurus dirinya sendiri, tahu mana yang baik/buruk buat dirinya. Sedangkan bertanggung jawab berarti dia memahami langkah yang dia ambil beserta resiko-resiko yang mungkin dihadapi.

Memiliki Harga Diri
Ingatlah agar seseorang bisa mencintai ia harus cinta pada dirinya sendiri. Karena itu lihatlah bagaimana cintanya ia pada dirinya sendiri. Kalau ia sendiri tidak mencintai dirinya, bagaimana mungkin ia bisa mencintai pasangannya?

Sikap Positif Terhadap Kehidupan
Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.

Itu semua kualitas ideal yang perlu dimiliki oeleh calon pasangan kita dan diri kita sendiri pada saat kita akan menikah. Namun situasi yang dihadapai Annisa atau situasi yang sejenis dengan itu, sering membuat kita tidak bisa berfikir jernih. Karena itu adalah hal-hal yang harus kita waspadai agar tidak salah paham dalam memilih pasangan. Hal-hal seperti ini mungkin akan membantu kita :

1. Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah dengan si dia
Sediakan waktu yang cukup untuk memperoleh informasi yang memadai tentang calon pasangan anda tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari calon pasangan hidup kita itu:

a. Latar Belakang Kehidupan.
- Nasab/latar belakang keturunan mencakup hubungan keluarga asal, apakah berasal dari keluarga utuh, harmonis, atau broken home. Termasuk bentuk hubungan dengan saudara kandung

- Agama, norma-norma atau nilai-nilai status sosial ekonomi, suku, tradisi budaya keluarga asal.

- Adakah penyakit keturunan yang berhubungan dengan faktor genetic.

b. Masalah yang berkaitan dengan kualitas diri
- Kualitas Diri
- Akhlaq
- Tipe kepribadian (tertutup/terbuka, pendiam, periang, emosional, sabar)
- Pendidikan, kapasitas intelektual, profesi.
- Latar belakang organisasi, aktivitas sosial.
- Kemampuan problem solving
- Kepercayaan diri.

2. Jangan menikah di usia yang belum matang secara pribadi
Siap menikah berarti siap menghadapai masalah yang semuanya menuntut kedewasaan berfikir dan bersikap. Kedewasaan ini tidak bisa di ukur dengan usianya lebih dewasa dibanding mereka yang lebih tua.

Kedewasaan juga mempengaruhi dalam kita menentukan pilihan calon pasangan kita. Mereka yang kurang matang cenderung hanya terpukau pada hal-hal yang bersifat luaran saja.

3. Jangan memilih pasangan hanya untuk menyenangkan orang lain
Andalah orang yang beruntung atau yang menderita dengan pernikahan anda. Kalau pun ada faktor orang lain dalam mempertemukan antara anda dengan si dia pastikan bahwa anda sendirilah yang memutuskan bahwa dialah yang memang terbaik buat anda (tentunya beristiqarah terlebih dahulu).

4. Jangan menikah dengan harapan-harapan yang tidak realistis
Biasanya niatan awal menikah mempengaruhi masalah-masalah apa yang akan mendominasi selama kehidupan perkawinan. Kepuasan dalam kehidupan perkawinan dan terhadap tolak ukurnya berada pada harapan tersebut. Bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan.

5. Jangan menikah dengan seseorang yang memilki masalah kepribadian

Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki kepribadian yang sulit untuk dirubah, diperlukan pengertian dan lapang dada yang luar biasa untuk menghadapi orang seperti ini. Pada dasarnya setiap orang memiliki perilaku bermasalah, namun yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kadar, intensitas dan frekwensinya seseorang yang masuk dalam kategori mengalami masalah kepribadian adalah bila memiliki prilaku bermasalah yang mendominasi keseharian dan mempengaruhi adaptasinya dengan orang lain. Biasanya orang seperti ini sering membuat orang lain atau dirinya sendiri merasa terganggu dan tidak nyaman dengan perilakunya.

Inna Mutmainnah, S.Psi.
Sumber: Majalah Safina No. 2/Th.1

Biasanya inti permasalahan hubungan cinta antara 2 insan yg terpisahkan jarak adalah masalah kepercayaan atau kebutuhan biologis .

- Jika masalahnya adalah kepercayaan (takut dia selingkuh), Maka sebuah tips dari saya adalah "berusaha semaksimal mungkin untuk mengenali karakter pasangan anda seperti halnya mengenali karakter diri sendiri"
- Jika masalahnya adalah kebutuhan biologis/bathin, baik dalam bentuk hubungan intim maupun mesra-mesra'an , maka ini adalah masalah komitmen dasar saat memulai hubungan , yang artinya jika tidak siap di pisahkan jarak, maka perlu di pertimbangkan masalah hubungan itu mau lanjut atau dibicarakan solusinya.

Berikut di bawah ini sebuah artikel mengenai permasalahan hubungan jarak jauh, sebagai bahan referensi bacaan dan inspirasi .

tips membina hubungan cinta jarak jauhDi kutip dari: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090724084500AA1gPLn
LDR
Long Distance Relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh merupakan hubungan percintaan kedua sejoli yang terpisah oleh jarak. Cinta memang tak mengenal ruang dan waktu, namun di jaman sekarang ini, hubungan jarak jauh semakin banyak seiring majunya teknlogi. Tanpa mempedulikan jarak, mereka terus membina hubungan ini sampai ke pelaminan. Bagaimana sih cara mempertahankan hubungan jarak jauh? Coba simak beberapa tips berikut ini.

Komunikasi
Hal ini merupakan nomor satu dalam menjalin hubungan jarak jauh. Tanpa komunikasi, hubungan itu akan hambar, dan tentunya berakhir di tengah jalan. Apabila menghadapi suatu masalah yang agak berat, upayakan untuk berbicara satu sama lain sehingga tidak menimbulkan kecurigaan atau miscommunication. Sering-seringlah berkomunikasi dengan menggunakan media apapun, mulai dari telpon, chat, surat, hingga sms.

Tak perlulah komunikasi tiap hari via telpon karena hanya akan memperbengkak tagihan dan tentu membuat kita kere mendadak. Gunakan fasilitas messenger atau chatting dengan menggunakan internet. Hal ini tentu lebih irit ketimbang menelpon. Jangan lupa pada teknologi yang semakin maju, kita dapat menelpon orang yang di seberang benua dengan menggunakan software messenger. Lebih murah khan?
Komitmen
Dalam menjalin hubungan jarak jauh, komitmen itu sangat diperlukan, baik untuk hal-hal kecil hingga yang besar. Contohnya berkomitmen mengenai frekuensi komunikasi. Siapa yang menelpon duluan, berapa kali dalam seminggu dan masih banyak lain. Selain itu tentunya komitmen dalam hubungan ini. Banyak yang menjalani hubungan jarak jauh hanya untuk main-main. Sehingga buatlah komitmen ketika menjalani hubungan ini. Yakinkan kepada pasangan bahwa hubungan ini untuk ke arah serius.

Kepercayaan
Menjalani hubungan jarak jauh, kepercayaan merupakan penunjang hubungan. Pastikan Anda dan pasangan saling percaya satu sama lain. Timbulnya kecurigaan dapat membuat hubungan menjadi melempem dan tentunya hubungan ini menjadi terancam. Pastikan Anda tidak berbuat macam-macam yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan pasangan Anda kepada Anda, dan sebaliknya. Terapkan rasa percaya satu sama lain agar hubungan ini tidak menjadi berat.

Sabar
Kesabaran ini sangat penting, karena hubungan jarak jauh berarti mempunyai kendala sulit bertemu. Terkadang emosi mempengaruhi hubungan. Ketika mood sedang tidak bagus, Anda bisa saja menyalahkan pasangan Anda sebagai bantalan emosi. Dan tentu saja dalam kondisi ini, kesabaran memiliki peran penting. Belum lagi dengan kesibukan masing-masing, Anda harus bersabar. Ansitipasikan segala sesuatu dan jangan sambai emosi menguasai pikiran yang akhirnya berakibat buruk. Cobalah berpikir positif, karena pada akhirnya Anda akan melewati semua ini dan hidup bersama dengan pasangan Anda. Jadikan itu sebagai motivasi dalam hubungan ini.

Pertimbangan
Pertimbangkan segala resiko yang akan dihadapi ketika menjalani hubungan jarak jauh, mulai dari sulitnya bertemu, sampai dengan perasaan masing-masing. Apakah Anda kuat menjalani hubungan jarak jauh? Apakah Anda bahagia menjalani hubungan ini? Apakah kira-kira keluarga Anda dapat menerima pasangan Anda? Kendala apa saja yang Anda hadapi ketika berhubungan jarak jauh? Pertimbangkan semuanya ketika Anda memutuskan untuk LDR.

Setelah menjalani LDR, cobalah untuk pertahankan hubungan Anda. Apabila ternyata hubungan ini mengakibatkan ketidakbahagiaan atau bahkan Anda sendiri ingin mengakhirinya, pertimbangkan kembali secara matang, apalagi kalau ternyata hubungan ini sudah berjalan kea rah serius. Namun apabila memang sudah tidak ada jalan keluar, jangan ragu-ragu untuk mengakhiri hubungan, karena pada ke depannya, Andalah yang akan merasakannya. Buatlah keputusan secara matang-matang untuk menjalani hubungan ini.

Apakah Anda siap berhubungan jarak jauh?



Sebuah pertanyaan sederhana dan terdengar kuno "Apa tujuan hidupmu..?" , banyak orang yang mengerti pertanyaannya tapi sangat sedikit yang memahami jawabannya.

Apakah pertanyaan kuno itu penting untuk dimengerti dan dijawab dengan serius?
Jawab :
Penting atau tidaknya ada di dalam hati masing-masing orang. Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" tidak memiliki jawaban konkrit seperti halnya pertanyaan "apa yang dibutuhkan orang saat perut lapar, lalu di jawab:makanan" .

Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" terkait erat dengan masalah menyusun prioritas kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, dan cara orang menyusun dan menempatkan prioritas kebutuhan terkait erat dengan kebahagiaan kesuksesan hidup seseorang. Jika salah dalam menyusun prioritas kebutuhan maka yang akan terjadi adalah seperti judul tulisan ini "Semakin banyak uang semakin banyak masalah dan kesulitan" - Chating dengan Tuhan

Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" jika telah di sinkronkan dengan hati nurani, maka semua masalah yang dihadapi dalam perjalanan kehidupan akan selalu bisa di syukuri dan dinikmati dengan bahagia, tak peduli dengan esensi kegagalan maupun keberhasilan secara material.

Apakah ada orang yang beranggapan uang adalah segalanya? , jika demikian maka saat uang tidak ada, maka segala hal juga akan tidak ada artinya termasuk diri orang itu.

Kesenangan yang bersifat materi adalah sangat relatif, yang hanya merupakan reaksi sesaat dari apa yang ditangkap panca indera, contoh orang-orang kampung/pedesaan yang umumnya merasa senang menikmati suasana modern kota dan berbagai fasilitas mewah , di sisi lain banyak orang-orang kaya raya

malah pergi ke gunung-gunung, hutan, pantai untuk memuaskan hatinya. Dan bagi yang bisa mencapai pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" , maka dia akan mendapatkan sumber kepuasan dari dalam hatinya, dimanapun tempatnya di Planet Bumi ini, dia tidak akan mudah di dikte dan dipengaruhi keadaan sekitar.
Motivasi dan inspirasi harian
Ibarat menyayangi dan mencintai pasangan anda dalam percintaan, terimalah dia apa adanya dalam suka dan duka . Maka buatlah buat seperti itulah sikap hati anda terhadap kehidupan ini, cintai dan sayangi apa adanya. Hentikan kebiasaan terlalu banyak menuntut, baik kepada pasangan maupun kepada kehidupan, karena sifat terlalu banyak menuntut ini adalah salah-satu faktor terbesar dalam kehancuran.

;;

Share This

Share |